Makalah Hakikat Manusia

Bookmark and Share





BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu cara memahami hakekat manusia adalah dengan pendekatan yang lebih mengarah kepada teori tentang kepribadian manusia. Dewasa ini telah banyak hasil yang dicapai oleh para ahli psikologi dalam usaha untuk menyusun teori kepribadian . Pembahasan tentang kepribadian ini berkaitan erat dengan perilaku manusia yang salah satu determinannya adalah motivasi.
Berdasarkan penggolongan determinan perilaku manusia itulah para ahli psikologi mengemukakan teori-teorinya tentang motivasi. Di antara teori motivasi yang dikemukakan adalah teori aktualisasi diri yang pertama kali dikemukakan oleh Carl Rogers dan kemudian dikembangkan oleh Abraham H. Maslow. Abraham H. Maslow ini dianggap sebagai tokoh madzhab ketiga dari aliran psikologi yang melakukan penelitan dengan cara meneliti orang-orang yang sehat sebagai obyeknya.
Manusia bukanlah sesosok binatang ataupun makhluk yang lainnya, manusia sangatlah berbeda.Perbedaaan nya itu mendasari manusia untuk berpotensi dan berkembang disetiap kehidupan, Manusia memiliki isi yang sangat berharga yang membuat menusia itu sangatlah sempurna ciptaan Allah SWT.
Dalam makalah ini mari kita bahas satu persatu apa hakikat seorang manusia,asal usul manusia, bagaimana cara mengembangkan potensi kita, dan beberapa fakta unik lainnya yang akan kita bahas di sini

 
 




BAB II
PEMBAHASAN
I.       PENDEFINISIAN MANUSIA
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.



II.    ASAL USUL MANUSIA
Tidak syak lagi, para pengulas terdahulu, tidak mampu melihat adanya gagasan, bahwa bentuk manusia bisa jadi telah mengalami transformasi. Meskipun demikian, mereka berkehendak untuk mengakui bahwa perubahan-perubahan mungkin saja benar-benar  telah terjadi dan mereka mengakui kemajuan tahapan-tahapan disepanjang perkembangan embrionik, suatu gejala yang biasa teramati pada seluruh kurun waktu dalam sejarah. Meskipun demikian hanya pada masa kita inilah, sains modern mengizinkan kita untuk sepenuhnya memahami arti ayat-ayat al-qur’an yang menunjuk kepada tahapan-tahapan berurutan dari perkembangan embrionik di dalam rahim.

Pada saat ini memang kita bisa bertaya-tanya apakah perujukan-perujukan yang ditujukan kepada tahap-tahap berurutan dari perkembangan manusia, paling ridak pada beberapa ayat, tidak melampaui sekadar pertumbuhan embrionik sedemikian, sehingga mencakup transformasi-transformasi morfologi manusia yang terjadi selama berabad-abad. Kemajuan perubahan-perubahan itu telah secara resmi dibuktikan oleh palenteologi dan buktinya sangat banyak sehingga tidak perlu lagi untuk mempertanyakannya.

Para penafsir al-qur’an terdahulu barang kali tak punya firasat bakal adanya penemuan-penemuan pada berabad-abad kemudian. Mereka hanya bisa memandang ayat-ayat khusus ini dalam konteks perkembangan embrio, tak ada alternatif lain pada masa itu.

Kemudian tibalah bom darwin yang melalui pemuntiran terang-terangan teori darwin oleh para pengikut awalnya mengekstrapolasikan pengertian tentang suatu evolusi yang bisa diterapkan atas manusia, meskipun tingkat evolusinya belum lagi dibuktikan di dalam dunnia hewan. Dalam hal darwin teori tersebut di dorong sampai ke tingkat ekstrim sedemikian sehingga para penelliti mengklaim sebagai telah memiliki bukti bahwa manusia berasal dari kera suatu gagasan yang bahkan pada masa sekarang, tak seorang ahli paleontologi terhormat sekalipun membktikannya. Meski demikian rerdapat satu jurang yang sangat senjang di antara konsep tentang manusia yang berasal dari kera.
III. Hakikat dan Teori Tentang Manusia
Hakekat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, diciptakan dalam bentuk paling sempurna. Manusia adalah makhluk spiritual yang akan menjalani fase-fase peristiwa kehidupan baik sebelum lahir, sekarang maupun setelah mati.
Kalimat diatas mungkin terlalu filosofis, namun sebenarnya merupakan istilah sederhana yang bisa dipahami. Spiritual merupakan aspek non fisik yang mampu memberikan kekuatan manusia untuk lebih dari sekedar hidup. Bukti akan hakekat manusia sebagai makhluk spiritual mungkin dapat ditunjukkan dengan beberapa contoh berikut.

Ketika menjalani hidup sehari-hari, manusia tidak selamanya dalam kondisi bahagia. Namun kadang mengalami musibah, nikmat, susah, senang, sedih bahkan terkadang merasakan kesuksesan diluar rencana.Semuanya itu datang silih berganti seperti sudah ada keteraturan. Inilah salah satu nuansa spiritual yang ada pada manusia.

Dalam hal rasa, manusia mempunyai interpretasi berbeda-beda tentang apa yang dirasakan hati. Perasan senang, susah, enak ataupun nggak enak merupakan fenomena hati yang sudah biasa terjadi. Tukang becak yang tiduran di halte kadang lebih pulas daripada pengusaha yang tidur di hotel berbintang. Orang miskin yang pandai bersyukur akan lebih kaya dari konglomerat yang gila dunia. Semuanya tergantung dari bagaimana seseorang menyikapi apa yang dialaminya.

Perasaan manusia tidak mutlak adanya. Jika ia merasakan sesuatu pasti ia merasakan hal lain yang paradoks dengan apa yang ia rasakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa senang yang sebenar-benarnya senang itu tidak ada. Yang ada adalah senang yang diliputi susah ataupun susah yang diliputi senang. Sebagai contoh kalau kita berjuang memajukan merpati putih, yang kita rasakan adalah susah karena capek memikirkan, bertindak, beinovasi. Namun dibalik kesusahan itu ada perasaan bangga dan gembira melihat apa yang telah kita perjuangkan.

Pada dasarnnya ada tiga aspek pokok dalam diri manusia yaitu fisik, mental dan spiritual. Aspek fisik merupakan segala hal yang dapat dirasakan oleh panca indra manusia. Aspek mental yang membedakan manusia dengan dengan makhluk lain. Dengan adanya mental manusia dapat berfikir, mempertimbangkan dan mengambil keputusan untuk suatu permasalahan. Sedangkan spiritual dapat diibaratkan sebagai navigator kehidupan. Dia yang akan memberikan warna dan arah dari kehidupan yang dijalani manusia.

TEORI TENTANG MANUSIA

Manusia adalah makhluk social, artinya manusia hanya akan menjadi apa dan siapa bergantung ia bergaul dengan siapa. Manusia tidak bisa hidup sendirian, sebab jika hanya sendirian ia tidak “menjadi” manusia. Dalam pergaulan hidup, manusia menduduki fungsi yangbermacam-macam. Di satu sisi ia menjadi anak buah, tetapi di sisi lain ia adalah pemimpin. Di satu sisi ia adalah ayah atau ibu, tetapi di sisi lain ia adalah anak. Di satu sisi ia adalah kakak, tetapi di sisi lain ia adalah adik. Demikian juga dalam posisi guru dan murid, kawan dan lawan, buruh dan majikan, besar dan kecil,mantu dan mertua dan seterusnya. . Dalam hubungan antar manusia (interpersonal), ada pemimpin yang sangat dipatuhi dan dihormati

Rakyatnya, ada juga yang hanya ditakuti bukan dihormati, begitupunguru atau orang tua, ada yang dipatuhi dan dihormati , ada juga orang tua dan guru yang tidak dipatuhi dan tidak pula dihormati. Mengapa terjadi demikian ?
Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan kualitas hubungan antar manusia itu.

1. Teori Transaksional (model Pertukaran Sosial)
Menurut teori ini, hubungan antar manusia (interpersonal) itu berlangsung mengikuti kaidah transaksional, yaitu apakah masing-masing merasa memperoleh keuntungan dalam transaksinya atau malah merugi. Jika merasa memperoleh keuntungan maka hubungan itu pastimulus, tetapi jika merasa rugi maka hubungan itu akan terganggu , putus, atau bahkan berubah menjadi permusuhan.

Demikian juga rakyat dan pemimpin, suami- isteri, mantu – mertua direktur-anak buah, guru-murid, mereka berfikir; kontribusi mereka sebanding dengan keuntungan yang diperoleh atau malah rugi. Demikian juga hubungan antara daerah dengan pusat, antara satu entitas dengan entitas lain.

2. Teori Peran
Menurut teori ini, sebenarnya dalam pergaulan sosial itu sudah ada skenari yang disusun oleh masyarakat, yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. Dalam skenario itu sudah `tertulis” seorang Presiden harus bagaimana, seorang gubernur harus bagaimana, seorang guru harus bagaimana, murid harusbagaimana. Demikian juga sudah tertulis peran apa yang harus dilakukan oleh suami, isteri, ayah, ibu, anak, mantu, mertua dan seterusnya. Menurut teori ini, jika seseorang mematuhi skenario,maka hidupnya akan harmoni tetapi jika menyalahi skenario, maka ia akan dicemooh oleh penonton dan ditegur sutradara. Dalam era reformasi sekarang ini nampak sekali pemimpin yang menyalahi scenario sehingga sering didemo public

3. Teori Permainan
Menurut teori ini, klassifikasi manusia itu hanya terbagi tiga, yaitu anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Anak-anak itu manja, tidak ngerti tanggungjawab, dan jika permintaanya tidak segera dipenuhi ia akan nangis terguling-guling atau ngambek. Sedangkan orang dewasa, ia lugas dan sadar akan tanggungjawab, sadar akibat dan sadar resiko. Adapun orang tua, ia selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyayangi mereka. Tidak ada orang yang merasa aneh melihat anak kecil menangis terguling-guling ketika minta eskrim tidak dipenuhi, tetapi orang akan heran jika ada orang tua yang masih kekanak-kanakan. Suasana rumah tangga juga ditentukan oleh bagaimana kesesuaian orang dewasa dan orang tua dengan sikap dan perilaku yang semestinya ditunjukkan. Jika tidak maka suasana pasti runyam. Demikian juga hubungan antara pusat dan daerah, antaraatasan dan bawahan. Aparat Pemerintah mestilah bersikap dewasa, Presiden dan Ketua MPR mestilah jadi orang tua.

Memang menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan. Dewasa ini kita banyak menjumpai orang-orang yang telah berhasil menduduki “kursi kedewasaan” tetapi perilaku mereka masih belum beranjak dari kanak-kanak. DPR yang mestinya sudah dewasa, eh… perilakunya terkadang justru seperti Taman Kanak-kanak , kata Presiden Gus Dur waktu itu..



IV. Filosofi Manusia dan Bahagia
Di dalam hidup ini, sebenarnya kita merupakan wujud dari 3 orang yang harus berusaha menyatukannya menjadi 1 orang.
1. Kita (1 orang) dalam pandangan kita sendiri.
2. Kita (1 orang) dalam pandangan manusia.
3. Kita (1 orang) dalam pandangan Sang Pencipta.

Sebenarnya ini hanya pendekatan filosofi saja, untuk memperjelas bahwa manusia dalam hidup memiliki hubungan Vertikal dan Horizontal. Hubungan Vertikal dengan Sang Pencipta, hubungan Horizontal dengan orang-orang di sekitar dan dengan diri kita sendiri.

Artinya seseorang yang ingin bahagia, harus memenuhi 3 target: Target positif dari kita sendiri, target positif dari orang-orang sekitar kita, dan target positif dari Sang Pencipta.
1. Target Positif dari kita sendiri
Saya pernah menjumpai orang yang mendapat apresiasi begitu besar dari orang-orang di sekitarnya, tetapi sang pemilik tubuh sendiri merasa bahwa banyak hal yang belum dia miliki, di saat yang bersamaan orang-orang menyanjung dia sebagai sosok super (hebat). Tapi dia masih memandang dirinya dengan pandangan yang negatif dan itu mempengaruhi jiwanya secara kuat, sehingga yang dia rasakan kemudian bahwa kebahagiaan dan kenyamanan yang dia dambakan tidak seperti yang dia harapkan.

2. Target Positif dari orang-orang di sekitar kita
Poin ke dua mempunyai sisi yang berbeda dari poin pertama, dimana kita menyanjung diri kita dengan berlebihan, di saat yang bersamaan orang-orang memandang kita sebagai sumber masalah, atau pun kita dan orang-rang yang ada di sekitar kita memandang diri kita pada posisi yang tidak nyaman. Poin ini juga punya potensi besar untuk membuat seseorang tidak bahagia.

3. Target positif dari Sang Pencipta
Poin terakhir tentunya bisa dipahami secara lebih mudah, ketika seseorang jauh dari jalan yang telah ditentukan Allah, jelas kebahagiaan tidak akan pernah datang, kalau pun kebahagiaan itu kita rasakan, tentunya hanya bersifat sementara saja.
Itulah yang saya maksud, agar ke tiga poin ini memiliki nilai yang sama atau nilai positif yang harus kita wujudkan. Positif dalam pandangan kita sendiri, manusia dan Allah. Jika satu saja dari poin yang telah saya sebutkan di atas berkurang, biasanya kebahagiaan akan sulit diraih.

Jadi 3 hal yang bertumpu pada satu tubuh tersebut semuanya harus memiliki nilai positif, ketika satu poin saja dari ke tigal hal di atas menunjukkan nilai negative. Maka keutuhan seseorang akan hilang, dan saat itulah manusia akan sangat sulit menuju yang namanya bahagia.

Logikanya begini, Kalau ketiga poin di atas kita terjemahkan seperti rumah, maka kita sedang berbicara tentang Fondasi, Tiang dan Atap. Rumah yang nyaman tentunya punya ketiga unsur tersebut, jika salah satu dari unsur tersebut hilang, rumah yang dimaksud tentunya juga tidak bisa lagi dikategorikan sebagai rumah yang nyaman.
Bagaimana mungkin sebuah rumah tanpa tiang atau tanpa fondasi atau tanpa atap. Anda pasti bisa membayangkan bagaimana tidak enaknya rumah yang dihuni dalam keadaan seperti itu.

Jadi untuk sebuah kata bahagia, manusia harus menentukan value (nilai) positif untuk dirinya sendiri, mempengaruhi orang lain melalui tindakan yang baik dan bijak untuk memandang diri kita sebagai pribadi yang positif, dan menjalankan amanah Sang Pencipta melalui tuntutan syara’ agar terbentuknya kepribadian yang positif.
Intinya, jika seseorang juga belum siap ke arah sana, baik Anda ataupun Saya tidak usah bermimpi untuk “BAHAGIA” … Yakinlah!

V.    Belajar Menerima Kekurangan Diri
Tidak ada manusia yang sempurna, hanya ada manusia yang merasa sempurna dan ingin terlihat sempurna. Ungkapan ini begitu bermakna untuk menyadarkan kita tentang kekurangan diri. Kelebihan dan kekurangan merupakan dua sisi dalam fitrah kemanusiaan yang saling melengkapi. Namun, seringkali kita tidak dapat menerima kekurangan diri sendiri dan tidak mau memahami kekurangan orang lain. Kekurangan lebih sering diapresiasi dengan perasaan dan pikiran negatif, sehingga banyak orang yang membenci kekurangan diri dan menganggap kesempurnaan sebagai faktor mutlak untuk mencapai kebahagiaan.
Menerima kekurangan, memang tidak mudah. Bagi saya bahkan lebih mudah menuliskannya daripada menerapkannya. Akan tetapi, proses belajar itu tidak boleh berhenti karena tanpa belajar, kita tidak akan tahu dan tidak akan mampu melakukan, serta mencapai sesuatu. Belajar merupakan proses berupaya untuk dapat memahami dan menerima, termasuk belajar menerima kekurangan diri. Lalu bagaimana caranya? Saya pun masih belajar dan mencoba berbagi lewat tulisan ini.
Kelebihan merupakan anugerah yang akan mengisi dan melengkapi kekurangan. Bermuhasabah akan senantiasa menumbuhkan kesadaran diri bahwa sejak awal terlahir pun kita tidak memiliki apa-apa. “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (An-Nahl:78). Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekurangan dan kelebihan patut kita syukuri. Bersyukur atas keadaan yang kita terima merupakan langkah utama untuk belajar menerima diri secara utuh.Tanpa mensyukuri dan menyadari kekurangan diri, kita tidak akan benar-benar mengerti kelebihan diri. Allah SWT menciptakan kekurangan agar kita selalu introspeksi, tidak takabur dan menyombongkan diri karena hanya Yang Maha Sempurna yang berhak memiliki segalanya.
Dalam syukur itu ada kesabaran. Untuk bisa menerima kekurangan, perlu kesabaran dan pengertian. Kesabaran berarti ketulusan dalam berupaya dan berserah diri. Kita dan orang-orang yang kita sayangi tidak selalu bisa sejalan dengan keinginan dan tidak selalu bisa menyenangkan hati satu sama lain. Kekurangan diri tidak mungkin selalu bisa ditutupi dengan terus menonjolkan kelebihan diri. Kita terbatas dalam kemampuan dan tiada batas dalam keinginan, sehingga diperlukan pengertian dan kesabaran untuk memahami semua itu. Kita berhak untuk berubah, serta memperbaiki kekurangan diri sendiri dan orang lain, tetapi kita juga harus ingat untuk memaksimalkan kelebihan yang kita punya. Jangan sampai waktu dan energi terfokus untuk menambal dan menutupi kekurangan, sehingga kita lupa bahwa kita punya keistimewaan yang berguna. Pengertian berarti kita menerima apa adanya, kelebihan dan kekurangan diri kita dan orang lain tanpa memaksakan kehendak untuk mengubahnya, apalagi demi orang yang tidak mau belajar menerima kekurangan diri kita.
Pengertian akan tumbuh sejalan dengan rasa menghargai. Menghargai diri sendiri dan orang lain merupakan pengakuan bahwa ada sisi kelebihan yang bisa kita manfaatkan untuk membuat diri kita berguna, serta masih banyak orang lain yang melebihi kita dalam segala hal. Penghargaan yang tulus merupakan wujud penerimaan dan syukur atas apapun keadaan diri, sehingga kita dapat bersikap bijaksana, tidak merasa inferior dengan kekurangan diri, tidak underestimate terhadap kekurangan orang lain dan tidak dengki atas kelebihan orang lain.
Pengertian dan penghargaan kita atas diri sendiri dan orang lain bisa membuat kita menyadari hakikat kemanusiaan kita yakni selalu membutuhkan orang lain. Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindar dari kebutuhan berinteraksi dan berelasi dengan orang lain di sekeliling kita. Hidup itu untuk saling mengisi dan melengkapi karena kita tidak akan mampu hidup sendiri. Kekurangan yang kita miliki bisa dilengkapi dengan kelebihan orang lain, dan kelebihan yang kita punya dapat mengisi kekurangan orang lain. Dalam hubungan dengan pasangan, sahabat, kerabat atau rekan kerja, kesadaran akan saling membutuhkan ini merupakan energi untuk memahami dan menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Jika kita renungi dan kita hayati, kekurangan diri merupakan alarm hati yang akan mengingatkan kita akan kematian. Dengan mengingat kematian, kita dapat membangkitkan kesadaran bahwa semua makhluk akan binasa, sehingga tidak hanya kekurangan yang melekat pada diri kita, tetapi kehancuran yang pasti suatu saat nanti.
Bagi saya, semuanya butuh proses dan keteguhan hati untuk terus berupaya. Hanya orang yang mau menyadari dan mau berproses yang akan mendapatkan pembelajaran tentang banyak hal, bahkan keberhasilan dan kemanfaatan. Belajar menerima kekurangan diri dapat kita jadikan bagian dari manajemen hidup kita, sekaligus proses belajar memanusiakan diri kita


VI. Kelebihan Manusia
Manusia diciptakan dengan dianugerahi kelebihan dibanding makhluk lainnya. Yaitu, cipta, rasa dan karsa. Dari ketiga kelebihan tadi masing-masing bisa dikembangkan ke dalam potensi-potensi. Potensi yang bersumber dari cipta, yaitu potensi intelektual atau intelectual quotient (IQ). Potensi dari rasa, yakni potensi emosional atau emosional quotinet (EQ) dan potensi spiritual (SQ). Sedangkan potensi yang bersumber dari karsa, adalah potensi ketahanmalangan atau adversity quotient (AQ) dan potensi vokasional quotient (VQ).
Dengan IQ, manusia mampu menyatakan benar dan salah berdasarkan inteletual. Kita mampu menghitung, membuat konstruksi bangunan, menyusun program, dan sebagainya. Dengan EQ, manusia mampu mengendalikan amarah, memiliki rasa iba, kasih sayang, tanggung jawab, kerja sama, dan kesenian (estetika). Dengan adanya ini muncul sikap sabar, lemah lembut, ataupun sebaliknya. Dengan SQ, manusia membedakan mana yang baik dan yang buruk. Potensi ini sangat terkait dengan etika atau nilai-nilai moral, baik dan buruk, serta nilai-nilai keagamaan.
Dengan AQ, manusia mampu menghadapi berbagai hambatan dan tantangan hidup. Dengan adanya ini muncul sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang, dan kreatifitas. Dengan VQ, manusia mampu dan cenderung pada bidang-bidang keterampilan atau kejuruan. Misalnya, bidang olahraga, kesenian, dan teknik. Pada hakikatnya, kedua potensi (AQ dan VQ) merupakan manifestasi dari berbagai potensi diri yang direalisasikan dalam tindakan.
Berikut ini cara untuk mengenali potensi diri, diantaranya adalah :
1.   Refleksi diri, yaitu perenungan secara mendalam dan jujur tentang keadaan dirinya. Apa saja kekuatan-kekuatannya dan bagaimana kekurangannya. Refleksi diri erat kaitannya dengan instropeksi diri (mawas diri).
2.   Tes psikologi atau psikotes, yaitu seperangkat soal yang harus dijawab secara jujur untuk memperoleh gambaran tentang diri seseorang. Misalnya, tes intelegensi (IQ), tes bakat, tes minat, dan tes lepribadian.
3.   Sharing dan evaluasi dari orang lain. Misalnya, dari pengamatan sesama teman terhadap dirimu, kemudian teman tersebut memberi input atau masukan informasi kepadamu.
Mengenali potensi diri adalah penting karena bisa memperoleh manfaat dari pengenalan potensi tersebut. Berikut manfaat dari mengenali potensi diri.
1.   Mengetahui kekuatan-kekuatan serta kelemahan diri sendiri.
2.   Mengembangkan potensi yang menonjol agar memperoleh hasil yang optimal.
3.   Membenahi kelemahan-kelemahan diri dalam menunjang kehidupan. Kelemahan bukan sebagai hambatan, tetapi diubah menjadi motivasi dan peluang.
4.   Mampu menempatkan diri dalam berbagai kehidupan karena setiap orang harus tahu diri.
Bagaimana, benar kan !!! bahwa manusia ternyata mempunyai kelebihan yang tiada terkira. Silahkan masing-masing potensi anda dikembangkan untuk menjadi orang yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.
VII.          48 Fakta Unik Tentang Manusia
Berikut ini adalah 48 fakta unik tentang manusia pada umumnya;
  1. Batuk melepaskan bahan peledak udara yang bergerak pada kecepatan sampai dengan 60 mil/jam.
  2. Sebuah janin memperoleh sidik jari pada usia tiga bulan.
  3. Kuku manusia membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk tumbuh dari dasar ke ujung.
  4. Seorang manusia kehilangan rata-rata 40-100 helai rambut sehari.
  5. Seseorang akan lebih cepat mati total karena kurang tidur dari pada kelaparan. Kematian akan terjadi sekitar 10 hari, tanpa tidur, sementara kelaparan mengambil beberapa minggu.
  6. ketika bersin kecepatan udara dari mulut/hidung dapat melampaui kecepatan 100 mil/jam.
  7. Menurut peneliti Jerman, risiko serangan jantung lebih tinggi pada hari Senin dibandingkan hari-hari lain dalam seminggu.
  8. Menurut Kinsey Institute, penis terbesar mengenai tindakan catatan 13 inci. Terkecil tops off di 1 3/4 inci.
  9. Setelah menghabiskan berjam-jam bekerja di sebuah komputer, melihat selembar kertas putih kosong, mungkin akan kelihatan merah muda.
  10. manusia minuman air rata-rata sekitar 16, 000 galon air dalam seumur hidup.
  11. Sebuah kepala manusia rata-rata memiliki 100.000 rambut.
  12. Rata-rata orang diseluruh dunia menggunakan kamar mandi 6 kali per hari.
  13. Bayi lahir dengan 300 tulang, tapi ketika dewasa kita hanya memiliki 206 di tubuh kita.
  14. Orang yang rambut blondes memiliki rambut lebih banyak dari orang berambut hitam.
  15. cacing tambang mengisap darah 700 juta orang di seluruh dunia.
  16. Pada usia enam puluh tahun, kebanyakan orang telah kehilangan setengah dari lidah mereka.
  17. Setiap inci persegi kulit manusia terdiri dari dua puluh kaki pembuluh darah.
  18. Setiap orang memiliki bentuk lidah yang unik.
  19. Setiap inci persegi tubuh manusia rata-rata 32 juta bakteri di atasnya.
  20. Setiap kali Anda menjilat perangko, Anda mengkonsumsi selama 1/10 kalori.
  21. Kuku tangan tumbuh lebih cepat dari kuku jari kaki.
  22. Manusia memiliki kromosom 46, kacang polong memiliki 14 dan lobster telah 200.
  23. Jika dikeluarkan dari tubuh, usus kecil akan membentang dengan panjang 22 meter.
  24. Jika Anda terkunci di ruangan tertutup sepenuhnya, Anda akan mati karena keracunan karbon dioksida sebelum Anda akan mati kekurangan oksigen.
  25. Pada akhir abad 19, jutaan manusia mumi digunakan sebagai bahan bakar untuk lokomotif di Mesir di mana kayu dan batubara langka, tapi mumi yang banyak.
  26. Dibutuhkan hanya 17 otot untuk tersenyum dan 43 mengerutkan kening.
  27. Butuh 1.200.000 nyamuk, untuk mengisap dank benar-benar mengeringkan darah manusia rata-rata.
  28. Tertawa menurunkan kadar hormon stres dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Anak enam usia tahun rata-rata tertawa 300 kali sehari. Orang dewasa hanya tertawa 15-100 kali sehari.
  29. Pada rata-rata perempuan mengucapkan 7.000 kata per hari. Pria mencerna kata sedikitnya di atas 2000.
  30. Satu dari setiap 2000 bayi lahir telah mempunyai gigi.
  31. Abu orang dikremasi berat rata-rata sembilan pon.
  32. Si gadis remaja rata-rata memiliki 34.000 folikel telur belum berkembang, walaupun hanya 350 atau lebih teluh matang selama hidupnya.
  33. Durasi rata-rata hubungan seksual bagi manusia adalah 2 menit.
  34. Manusia rata-rata menghasilkan 25.000 liter air liur dalam seumur hidup, cukup untuk mengisi dua kolam renang.
  35. organ tubuh terbesar adalah usus kecil yang panjangnya rata-rata 20 kaki
  36. Tubuh setiap manusia memiliki cukup lemak untuk memproduksi 7 batang sabun.
  37. Tubuh manusia lebih dari 600 otot, atau 40% dari berat tubuh.
  38. Otak manusia adalah sekitar 85% terdiri dari air. Cukup unik
  39. Sel terbesar dalam tubuh manusia adalah sel telur perempuan, atau sel telur. Ini adalah sekitar 1/180 inci diameter. Sel terkecil di tubuh manusia adalah sperma laki-laki. Dibutuhkan sekitar 175.000 sel-sel sperma untuk seimbang sebanyak sel telur tunggal.
  40. Organ manusia terbesar adalah kulit, dengan luas permukaan sekitar 25 meter persegi.
  41. Paru-paru kiri lebih kecil dari paru kanan agar memberi tempat untuk hati.
  42. Jenis darah yang paling umum di dunia adalah O. Tipe paling langka Jenis AH, baru ditemukan pada kurang dari selusin orang sejak jenis ini ditemukan.
  43. Otak Neanderthal itu adalah lebih besar dari badan Anda.
  44. Suara mendengkur hingga 69 desibel dapat hampir sama keras seperti suara bor pneumatik.
  45. Ada 45 mil panjang saraf pada kulit manusia.
  46. Terdapat 60.000 mil pembuluh darah dalam tubuh manusia.
  47. Tiga-ratus-juta sel mati dalam tubuh manusia setiap menit. Ini juga adalah fakta unik.
  48. Perempuan membakar lemak lebih lambat dibandingkan pria, dengan laju sekitar 50 kalori per hari.

VIII.       Mengembangkan Potensi-Potensi Manusia yang Diberikan Allah SWT
Kata fitrah sebenarnya ada beberapa pengertian, tidak selamanya diartikan seperti kertas putih yang tidak ada noda. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Hasan Langgulung (Allahyarham), bahwa Allah menyertakan kepada anak yang baru lahir itu “fithrah“, yang diartikannya sebagai potensi. Jadi menurutnya, bahwa anak manusia tidak lahir dalam keadaan kosong, melainkan membawa potensi-potensi. Potensi-potensi tersebut adalah 99% kemungkinan Asmaul Husna. Misalnya, Ar-Rahman (Maha Pengasih). Kalau yang dikembangkan bersama-sama dengan keluarga dan masyarakatnya adalah Ar-Rahman, maka Ar-Rahman itulah yang kemudian tampil dalam kehidupannya. Tetapi jika yang dikembangkan adalah Al-Qahhar (Maha Perkasa), maka kemungkinan anak tersebut akan menjadi orang yang keras.
Sejak kita berada di dalam rahim, Allah telah menanamkan ketauhidan kepada kita. Allah juga merekam semua apa yang kita kerjakan di dalam hidup ini. Suatu saat nanti, semua yang telah kita lakukan itu akan diperlihatkan kepada kita.
Di dalam Surah Al-Israa disebutkan:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),” (Q.S. Al-A’raaf: 172)
Ketika berada di dalam rahim itu 120 hari, maka ditiupkan ruh. Terjadi konsepsi kehidupan manusia. Pada saat itu ruh itu ditanya: Bukankah Aku ini Tuhanmu?
Kita memang tidak sadar ketika itu, dan memang dibuat kita tidak merasa, karena kalau kita sadar, maka yang kasihan adalah si ibu. Allah menjadikan kita tidak sadar di dalam rahim agar tidak menyengsarakan si ibu. Tetapi terjadi dialog itu.
Kemudian kita dibekali berbagai potensi. Ketika kita lahir, yang pertama diberikan oleh Allah adalah “al-gharizah” (insting). Insting tersebut yaitu berupa tangisan. Tangisan merupakan hidayah Allah yang pertama kali diberikan kepada kita. Ketika ada seorang anak manusia yang terlahir tidak ada suaranya, maka itu merupakan tidak adanya tanda-tanda kehidupan. Tangisan pada bayi menunjukkan adanya kehidupan.
Tetapi, insting ini sangat terbatas. Insting adalah sesuatu yang bisa dikerjakan tanpa dipelajari.
Dalam tafsirnya, Prof. Dr. Ahmad Mustafa Al-Maraghi menyatakan, bahwa Allah memberikan kepada manusia lima hidayah sebagai modal hidup, yaitu:
Pertama, gharizah (insting).
Dibandingkan dengan manusia, ternyata ada hewan yang instingnya lebih hebat daripada manusia. Misalkan, bebek ketika lahir langsung bisa berenang. Jadi, kalau kita mengandalkan insting, maka kita kalah dengan hewan. Jadi, kita tidak bisa hanya mengandalkan insting.
Kedua, indera.
Di dalam psikologi, ternyata indera itu tidak hanya sebanyak lima, melainkan banyak. Antara lain ada indera keseimbangan yang berada di lorong telinga, dan juga indera kinestetik yang berada di persendian. Karena itulah, kita bisa duduk dan bisa berdiri karena indera kinestetik kita bekerja. Kalau indera kinestetik ini tidak bekerja, maka kita tidak bisa berdiri, tidak bisa berjalan, dan sebagainya. Karena itulah, orang yang sedang pingsan, maka ia akan terjatuh, karena indera kinestetisnya tidak bekerja. Dan masih banyak lagi.
Indera diperlukan. Tapi kalau hanya indera saja yang diandalkan, maka kita kalah dengan binatang. Indera penglihatan tikus dan elang lebih hebat dari kita. Indera penciuman anjing juga lebih hebat dari manusia. Jadi, kita tidak bisa mengandalkan indera saja.
Ketiga, akal.
Akalpun ternyata tidak bisa diandalkan. Manusia diberikan akal oleh Allah, dan dikatakan juga bahwa hewan tidak diberikan akal oleh Allah. Tetapi di dalam ilmu psikologi disebutkan, bahwa inteligensi hewan itu ada, namun sangat kecil dan sangat rendah dibandingkan dengan manusia. Yang paling tinggi dan mendekati manusia tingkat inteligensinya adalah simpanse. Di Ragunan, satu-satunya hewan yang mempunyai meja makan, ada piringnya, dan juga ada kursinya adalah simpanse. Di Jerman ada seorang dokter yang mempekerjakan simpanse untuk memberi kartu kepada pasien-pasiennya yang datang. Di Perancis ada simpanse yang dipekerjakan untuk memunguti telur-telur ayam pada suatu peternakan. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh simpanse itu tidaklah seperti apa yang bisa dilakukan oleh manusia. Tapi dalam hal ini, simpanse lebih tinggi inteligensinya dibandingkan dengan hewan yang lain.
Kalau kita mengandalkan akal pikiran, ternyata tidak semuanya bisa dijawab. Misalkan ditanyakan, angka berapa yang paling kecil? Ada yang mengatakan 1, ada juga yang mengatakan bahwa 0 lebih kecil dari 1. Kalau ditanyakan, lebih kecil mana dibandingkan dengan -1, maka akan ada yang mengatakan bahwa -1 lebih kecil dari 0. Jadi, minus berapakah yang paling kecil? Tenyata tidak terbatas. Akal kita tidak mampu menjawab ini. Artinya, bahwa tidak segala-galanya akal manusia itu mampu menyelesaikan masalah. Karena itulah, Allah memberikan kita hidayah yang keempat, yaitu hati (qalb).
Keempat, hati (qalb).
Hati (qalb) yaitu sebuah institusi yang ada dalam diri manusia, namun kita tidak tahu tempatnya di mana. Qalb inilah yang tak pernah membohongi manusia. Karena itulah, orang beriman harus dengan hati, karena indera sering membohongi manusia.
Kalau seseorang melakukan suatu keburukan ataupun kejahatan, mungkin bisa disembunyikan dengan tingkah laku, tapi hati tak bisa dibohongi. Hati kita pasti berkata, “Aku berbohong.” Hanya qalb yang merupakan institusi yang tak pernah membohongi manusia. Di dalam hadis Rasulullah dikatakan:
Indikator suatu dosa itu dapat dilihat dari dua faktor: pertama, membuat suatu rasa yang lain di dalam hati. Setelah melakukan suatu dosa, kita pasti ada rasa yang lain, yaitu rasa bersalah di hati, karena hati tak pernah membohongi manusia. Karena itulah, Allah senantiasa melihat qalb manusia, bukanlah pada penampilannya. Rasulullah menyatakan:
Allah tidak melihat mukamu, bukan melihat bentuk tubuhmu, tetapi yang dilihat adalah hatimu.
Tidak ada yang tahu hati kita, meskipun sebenarnya pada kehidupan kita biasanya kalau ada pohon yang rindang, maka akarnya itu kuat. Kalau ada orang yang amal ibadahnya bagus, istiqamah, konsisten, maka pasti di dalamnya juga bagus. Kalau kita konsisten melakukan amal ibadah, insya Allah iman yang bersemi di dalam hati kita ini memang kuat. Di dalam Alquran disebutkan, bahwa qalb itu adalah sesuatu yang bergerak. Disebut qalb yang itu adalah sesuatu yang bergerak, karena qalb itu biasanya bolak-balik. Tetapi bagaimana caranya agar qalb itu tidak bolak balik? Bagaimanakah caranya agar seperti kompas, di mana saja selalu menunjuk ke utara? Bagaimanakah caranya agar hati itu terus mu-allafun bil masajid? Bagaimanakah caranya agar hati itu selalu menghadap ke kiblat? Bagaimanakah caranya agar hati itu selalu terpaut (terikat) dengan masjid?
Qalb hanya dimiliki oleh manusia. Di dalam ilmu psikologi, perbedaan antara manusia dengan hewan itu bukan hanya pada akalnya, tetapi juga pada beberapa hal. Pertama, bahwa manusia mempunyai kepekaan sosial, sedangkan hewan tidak mempunyai kepekaan sosial. Munculnya kepekaan sosial itu karena ada hati (perasaan) kita. Kalau ada orang yang tidak mempunyai kepekaan sosial terhadap sesama manusia, berarti orang tersebut tidak mempunyai hati.
Kedua, manusia mempunyai usaha dan perjuangan, yang ini juga merupakan hal yang membdakan manusia dengan hewan. Dari dulu, sarang yang dibuat oleh hewan itu selalu sama seperti itu saja bentuknya. Sedangkan manusia selalu terjadi perkembangan. Dahulunya manusia mungkin bertempat tinggal di gua, kemudian berkembang dengan membuat rumah di pohon, kemudian berkembang lagi dengan membuat rumah ataupun tempat tinggal yang nyaman lagi hingga seperti sekarang. Bahkan suatu saat nanti mungkin saja manusia akan tinggal di bulan ataupun ruang angkasa.
Kelima, agama (ad-din).
Kalau hanya hati saja, maka keatika dia merasa kasihan terhadap orang lain, bisa jadi semua hartanya diberikan kepada orang tersebut. Tetapi agama mengatakan, bahwa memberi sumbangan itu ada batas-batasnya, tidak boleh terlalu boros, juga tidak boleh terlalu kikir, melainkan berada di tengah-tengahnya. Agama lah yang mengatur demikian. Maka manusia diberi hidayah yang ke lima, yaitu hidayatul adyan (hidayah agama). Agama lah yang menjadi wasit (hakim).
Dalam hal ini, Alquran merupakan pedoman bagi umat manusia. Kalau Alquran tidak difungsikan, maka dia tidak berbicara dan tidak bermakna apa-apa.
Sama halnya dengan alat-alat elektronik yang terdapat buku panduan (manual) nya, yang jika kita mengikuti aturan di dalam buku panduannya, maka insya Allah barang-barang elektronik kita akan awet. Yang paling tahu mengenai alat-alat elektronik tersebut adalah pabriknya. Begitu juga dengan manusia, lahir mengarungi kehidupan di dunia ini menjaid khalifah disertakan dengan manual (buku petunjuk). Buku petunjuknya adalah Alquran. Sepanjang kita mengikuti aturan-aturan di dalamnya, maka kehidupan kita takkan tersesat. Yang paling mengetahui bahwa kehidupan manusia takkan tersesat adalah penciptanya, yaitu Allah.
Persoalannya, kita tidak mungkin memahami semua makna Alquran. Karena itulah, ada usaha yang bisa kita lakukan seperti dengan mengikuti pengajian. Kalau kita mau belajar sendiri, kadang-kadang kita tidak bisa sepenuhnya untuk memahami isi Alquran.
Alquran menjadi wasit (hakim), pedoman hidup, sehingga bisa membahagiakan kehidupan dunia dan akhirat.
Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari)
Setelah Allah memberikan modal bagi manusia, maka selanjutnya adalah peranan orang tua dan lingkungan membentuk manusia tersebut. Karena kehidupan kita bukan hanya potensi yang dibawa ketika lahir, melainkan persentuhan antara lingkungan juga akan mewarnai dalam kehidupan. Allah tidak memberikan kepada kita ketika lahir langsung diwajibkan salat. Diberikan waktu untuk belajar, yaitu sampai masa baligh.
Oleh karena itu, mulai saat lahir (bahkan sebelumnya), kita sudah harus memberikan rangsangan-rangsangan keagamaan kepada anak kita. Allah sudah menyediakan potensi-potensi, maka fungsi selanjutnya adalah tugas kita membentuk potensi-potensi tersebut.
Kini ada ilmu yang dinamakan Ilmu Haptonomi (sedang dikembangkan di Eropa). Menurut ilmu ini, bahwa anak yang masih berada di dalam kandungan mesti sudah diberikan rangsangan-rangsangan pendidikan (termasuk juga rangsangan keagamaan).
Seorang ahli Haptonomi mengatakan, bahwa ketika janin sudah berusia 7 bulan, maka sudah boleh diajak main “petak-umpet”. Maksudnya yaitu dengan memberikan rangsangan-rangsangan kasih sayang, juga berbicara dengan si janin yang masih berada di kandungan itu.
Menurut para ahli psikologi, meskipun janin tersebut belum bisa berkomunikasi, belum ada reaksi, tetapi sebetulnya hal yang dilakukan itu bisa berpengaruh terhadap anak tersebut. Sama halnya ketika memandikan bayi, maka bayi tersebut tak ada salahnya untuk diajak berbicara (berkomunikasi). Jadi salah kalau ada yang mengatakan, bahwa bayi baru boleh diberikan rangsangan ketika sudah bisa berbicara, karena hal tersebut sudah terlambat sekali.
Ada buku yang ditulis oleh seorang pakar di Jepang menyatakan, bahwa memberikan pendidikan pada anak pada usia TK sudah sangat terlambat.
Islam dalam hal ini menuntun kita, bahwa begitu lahir, maka diazankan di telinga kanannya, diiqamahkan di telinga kirinya. Ada ulama yang menyatakan bahwa hadis ini tidak begitu kuat. Tapi tak apa-apa. Hal ini sesuai dengan penelitian psikologi, bahwa memperdengarkan kepada anak sesuatu yang berharga, maka itu akan diserap, walaupun belum ada reaksi secara langsung yang kita lihat.
Diazankan dan diiqamahkan adalah kalimah tauhid yang pertama kali kita perdengarkan, dan itu bisa berpengaruh. Sampai-sampai orang-orang barat itu waktu masih di dalam rahim dianjurkan untuk memperdengarkan alunan musik klasik, katanya bisa mempengaruhi otak. Bagi orang Islam, mungkin yang lebih baik adalah lantunan ayat-ayat suci Alquran.
Kemudian anak tersebut diaqiqahkan. Ini sebenarnya hanya sunnah muakkad. Diaqiqahkan untuk menginformasikan, bahwa telah lahir seorang anggota masyarakat muslim yang baru.
Setelah itu, anak tersebut juga diajarkan Alquran, akhlak, dan juga berbagi dengan orang lain. Berbagi itu merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan. Karena itulah, seorang anak kecil sudah harus dibiasakan berbagi dengan orang lain.
Tidurnya dipisah dengan ayah dan ibunya setelah maksimum berumur 10 tahun. Kalau ajaran Islam menyatakan, maksimum usia anak 10 tahun.
Banyak sekali yang terjadi kini, namun jarang sekali terungkap, yaitu inses (hubungan seks sedarah). Ini mungkin karena tidak dibiasakan tidurnya dipisah dengan orang tuanya.
Di dalam Surah An-Nuur disebutkan, bahwa ada tiga aurat yang seorang anak tidak boleh masuk sembarangan ke dalam kamar orang tuanya: pertama, sesudah dzuhur (mungkin karena akan istirahat siang). Kedua, salat ashar. Ketiga, pada waktu subuh.
Hal ini bahkan bagi anak yang belum baligh, apalagi yang sudah baligh.
Dalam mempersiapkan masa aqil baligh, orang tua harus memberikan penjelasan-penjelasan tentang menjelang masa kedewasaan. Kalau anak laki-laki, maka ayahnya yang memberikan penjelasan. Kalau akan perempuan, ibunya yang menjelaskan. Dan yang paling penting dicamkan ketika mereka sudah aqil baligh itu, bahwa pada masa itu mereka sudah harus bertanggung jawab secara individual kepada Allah.
Mungkin pada masa kita dahulu orang tua kita tidak menjelaskan hal-hal seperti ini. Maka sekarang kalau kita mempunyai anak, maka kita harus menjelaskan kepada anak kita, baik itu cara pencegahannya, cara mandi besarnya, harus membatasi penglihatannya dengan lawan jenis, dan sebagainya.
Inilah yang terpenting dalam kehidupan masa remaja anak-anak kita. Sebagai orang tua, kita bertanggung jawab akan hal ini. Orang tua lah yang membentuk anak itu menjadi hitam atau putih.
Di dalam Alquran ada pengecualian untuk ini, yaitu ada dua contoh yang disebutkan oleh Allah. Dua contoh tersebut adalah dua anak manusia yang hidup di alam yang berbeda, tetapi hasilnya juga berbeda. Ada Qanaan yang merupakan anaknya Nabi Nuh, yang satu lagi Ibrahim anaknya Azar. Qanaan, walaupun anak Nabi, tapi kemudian Qanaan menjadi kafir. Ibrahim, walaupun ia lahir di tengah-tengah penyembah berhala, ayahnya merupakan pembuat patung yang disembah-sembah oleh orang ketika itu, tetapi Ibrahim kemudian menjadi orang yang bertauhid.
Yang harus kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin. Ketika nanti ternyata hasilnya berbeda dengan yang kita usahakan, maka kita sudah bebas tanggung jawab. Tapi kalau kita tidak berusaha, kemudian hasilnya tidak baik, berarti usaha yang kita lakukan tidak maksimal, dan itulah yang dinilai oleh Allah.
Paman Rasululah (Abu Thalib) ketika akhir hayatnya tidak sempat mengucapkan dua kalimah syahadah. Ketika pamannya wafat, Rasulullah mendoakannya, yang kemudian turun ayat:
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Q.S. Al-Qashash: 56)
Jadi, kita jangan gampang menghukumi orang. Ada orang yang bapaknya begitu alim dan baik, kemudian anaknya menjadi jahat. Kalau bapaknya sudah berusaha keras, ternyata anaknya masih juga menjauhi jalan yang benar, maka tinggal diserahkan kepada Allah. Kewajiban kita hanya berusaha menyampaikan dengan sejelas-jelasnya







BAB III
PENUTUP
Manusia adalah mahluk Allah yang paling mulia,di dalam Al-qur’an banyak sekali ayat-ayat Allah yang memulyakan manusia dibandingkan dengan mahluk yang lainnya.Dan dengan adanya ciri-ciri dan sifat-sifat utama yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia menjadikannya makhluk yang terpilih diantara lainnya memegang gelar sebagai khalifah di muka bumi untuk dapat meneruskan,melestarikan,dan memanfaatkan segala apa yang telah Allah ciptakan di alam ini dengan sebaik-baiknya.
Tugas utama manusia adalah beribadah kepada Allah SWT.Semua ibadah yang kita lakukan dengan bentuk beraneka ragam itu akan kembali kepada kita dan bukan untuk siapa-siapa.Patuh kepada Allah SWT,menjadi khalifah,melaksanakan ibadah,dan hal-hal lainnya dari hal besar sampai hal kecil yang termasuk ibadah adalah bukan sesuatu yang ringan yang bisa dikerjakan dengan cara bermain-main terlebih apabila seseorang sampai mengingkarinya.Perlu usaha yang keras,dan semangat yang kuat ketika keimanan dalam hati melemah,dan pertanggungjawaban yang besar dari diri kita kelak di hari Pembalasan nanti atas segala apa yang telah kita lakukan di dunia









DAFTAR PUSTAKA –
pendefinisian manusia : http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
filosofi manusia dan bahagia :http://www.papyrusz.co.cc/2009/07/filosofi-manusia-dan-bahagia.html
belajar menerima kekurangnan sendiri :http://niahidayati.net/belajar-menerima-kekurangan-diri.html#more-774
Buku PKN Kelas 3 Yudistira
mengembangkan potensi yang diberikan oleh allah : http://thenafi.wordpress.com/2009/02/04/mengembangkan-potensi-potensi-manusia-yang-diberikan-oleh-allah/











{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment